Claridge’s: Ikon Kemewahan dan Sejarah di Jantung London

Claridge’s: Ikon Kemewahan dan Sejarah di Jantung London

Claridge’s adalah sebuah hotel bintang lima mewah yang terletak di sudut Brook Street dan Davies Street di distrik Mayfair, London. Dikenal karena hubungannya yang erat dengan keluarga kerajaan, negarawan, dan selebritas dunia, hotel ini sering dijuluki sebagai “perpanjangan dari Istana Buckingham.”

Sejarah dan Pendirian

Asal-usul Claridge’s bermula pada tahun 1812, ketika James Mivart membuka sebuah hotel kecil di Brook Street. Pada tahun 1854, bisnis tersebut dibeli oleh William dan Marianne Claridge yang memiliki hotel di gedung sebelahnya. Pasangan ini menggabungkan kedua properti tersebut dan menamakannya “Claridge’s”.

Reputasi hotel ini melonjak pada tahun 1860 ketika Permaisuri Eugénie dari Prancis menjadikannya tempat tinggal selama musim dingin dan menerima kunjungan Ratu Victoria di sana. Pada akhir abad ke-19, Richard D’Oyly Carte, pemilik Hotel Savoy, membeli Claridge’s dan membangun ulang forest park hotel by mdr gedung tersebut dengan gaya Victoria yang megah seperti yang terlihat saat ini, lengkap dengan fasilitas modern seperti lift dan kamar mandi dalam.

Arsitektur dan Desain Art Deco

Salah satu ciri khas utama Claridge’s adalah desain interiornya yang memukau. Setelah Perang Dunia I, hotel ini mengalami renovasi besar-besaran yang memperkenalkan gaya Art Deco. Lobi hotel yang ikonik, dirancang oleh Oswald Milne pada tahun 1920-an, tetap dipertahankan hingga sekarang dan menjadi salah satu contoh desain Art Deco terbaik di London.

Eksterior gedung didominasi oleh bata merah dan batu Mansfield merah, memberikan kesan klasik yang sangat kuat di kawasan Mayfair. Pada tahun 1981, gedung ini secara resmi ditetapkan sebagai bangunan terdaftar Grade II karena nilai sejarah dan arsitekturnya yang tinggi.

Tamu-Tamu Terkenal dan Peristiwa Bersejarah

Selama Perang Dunia II, Claridge’s menjadi tempat perlindungan bagi banyak raja dan kepala negara yang berada di pengasingan, termasuk Raja Peter II dari Yugoslavia. Bahkan, atas permintaan Winston Churchill, kamar 212 sempat dinyatakan sebagai wilayah Yugoslavia untuk sementara agar Pangeran Alexander II dapat lahir di atas tanah negaranya sendiri.

Dunia hiburan juga tidak lepas dari sejarah hotel ini. Bintang Hollywood seperti Audrey Hepburn, Cary Grant, dan Alfred Hitchcock adalah tamu setia. Bahkan, aktor Spencer Tracy pernah berujar bahwa ia lebih memilih pergi ke Claridge’s daripada ke surga setelah meninggal dunia.

Fasilitas dan Tradisi

Saat ini, Claridge’s memiliki sekitar 203 kamar dan suite mewah yang dikelola oleh Maybourne Hotel Group. Hotel ini sangat terkenal dengan tradisi Afternoon Tea di area The Foyer and Reading Room, yang sering dianggap sebagai salah satu pengalaman minum teh terbaik di Inggris. Selain itu, hotel ini juga menawarkan fasilitas spa modern dan restoran kelas dunia yang terus menjaga standar layanan tinggi yang telah mereka rintis selama lebih dari dua abad.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *